Tuesday, January 26, 2010

Yang Hidup Pasti Akan Mati

Mati adalah sebuah kepastian. Yang memiliki nyawadi alamini pasti mati. Tapi keyakinan orang tentang kematian itu banyak ragamnya. Demikian juga mengenai cara, bagaimana kematian itu menghampiri kehidupan. Dan yang tak kalah menarik untuk dijadikan materi dialog adalah, adakah kehidupan baru (baca: kebangkitan) pasca kematian.

Kita mulai dari kematian. Kematian adalah berpisahnya nyawa (sukmo) atau hayat dari jasad yang semula hidup. Masih menjadi perdebatan, apakah jasad hidup itu dikarenakan adanya nyawa atau ruh. Ataukah keduanya identik, nyawa sama dengan ruh itu sendiri. Terlepas dari penolakan atau persetujuan atas pernyataan terakhir, yang pasti keyakinan terhadap nyawa dan ruh mengandung keadaan yang berbeda.

Pertama, bila nyawa sama dengan ruh, maka semua yang hidup memiliki nyawa atau ruh itu. Tidak semata sosok manusia, tapi termasuk mahkluk hidup lain yang ada di muka bumi ini, baik di daratan maupun di lautan. Dalam keadaan demikian tidak ada perbedaan antara manusia dan sosok makhluk hidup yang lain itu. Satu-satunya pembeda di antara keduanya, dan itu hanya dimiliki manusia, yakni adanya kalbu atau akal budi, atau hati nurani beserta nafsu syahwatnya.

Kedua, bila nyawa tidak sama dengan ruh, kesamaan antara jasad hidup yang disebut manusia maupun mahkluk hidup lain, hanya pada sisi keberadaan “nyawa” atau “hayat” yang membuat makhluk itu hidup. Sedangkan ruh adalah “nafas” Sang Pencipta yang ditiupkan semata kepada jasad manusia, karena kelak ruh manusia itu bakal kembali kepada-Nya untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan. Dalam ruh inilah bersemayam kalbu atau akal budi, atau hati nurani beserta nafsu syahwatnya. Sedangkan makhluk hidup selain manusia, tak ada perhitungan atas amal perbuatan.

Ruh meninggalkan jasad manusia tatkala “nyawa” atau “hayat” tak lagi memberi kehidupan pada jasad fisik. Mengapa? Sebab saat ketiadaan kehidupan atas jasad manusia, pada saat bersamaan berhenti pula argo perhitungan atas perbuatan baik atau buruk. Keberadaan ruh pasca kematian, menurut keyakinan masing-masing, bisa berada di mana-mana. Ada yang meyakini, setelah kematian terjadi reinkarnasi sebelum akhirnya moksa (kembali kepada ketiadaan), atau ke nirwana. Ada yang meyakini bahwa ruh langsung ke surga, sebab telah ada penebusan dosa. Dan, ada pula yang meyakini setelah kematian ruh berada di alam barzah menunggu saat perhitungan (hisab).

(Al-Fatihah buat Suzana bte Jaafar yang baru meninggal pagi tadi)

Sunday, January 10, 2010

Melawat orang yang sakit

Assalamualaikum wbt.

Setiap penyakit datangnya dari Allah. Setiap penyakit yang menimpa manusia mengandungi hikmah. Di antaranya ialah :
1.Memberi kesedaran dan keinsafan kepada manusia bahawa manusia adalah makhluk yang lemah dan tidak mempunyai kuasa dan kekuatan untuk menyembuhkannya melainkan Allah.
2.Allah ingin menguji sejauh mana kesabaran manusia menghadapi dugaan Allah iaitu melalui penyakit yang diturunkan.
3.Allah ingin mengampunkan dosa manusia yang kita telah melakukan dosa sama ada secara sedar ataupun tidak.

Oleh itu, sebagai insan yang lemah, manusia hendaklah bersabar dan redha di atas dugaan yang telah diberikan Allah dan berusahalah mencari ubatnya sebab Nabi Muhammad s.a.w. pernah bersabda yang bermaksud 'Tiap-tiap penyakit ada ubatnya kecuali mati'.

Sabda Nabi Muhammad s.a.w. yang bermaksud :
'Menziarah/melawat orang yang sakit pada permulaan masa sakitnya itu adalah Fardhu (wajib) dan kemudian daripadanya adalah Sunat, tidak lebih dari 3 hari'.

Islam amat menghargai kita melawat orang sakit terutama jika saudara-mara kita yang sakit. Begitu juga kalau jiran-jiran kita, walaupun jiran kita bukan dari golongan orang Islam.

(Hari ini penulis melawat isteri...Afrah Salwani Hj Jusoh yang akan dibedah esok akibat dua ketulan fibroid- satu di dinding luar rahim dan satu lagi di dalam rahim...semoga Tuhan mencucuri rahmatNya keatas isteriku...Amin )